Rabu, 23 November 2022

Tips on How to Memorise the Quran by Sheikh Yaser Birjas

   بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


How to Memorise the Quran

By Sheikh Yaser Birjas


Tips and technic on how to memorise the Quran:

Before you start the process of memorise

1. Fear Allah. Have taqwa on Allah. Conscious on Allah. Quit the sin. 

2. Love the Quran - have a strong relationship with the Quran - companionship with the Quran = read often, knows the meaning, asbabun nuzul.

3. Recitation regularly - read 10pages, 1j or more every single day. Dont leave the recitation of Quran. often reading will make it easy to memorise.

4. Tajwid - have a teacher. Learn read in order. Once you recite with tajweed. The recitation will become something that is pleasure to heart. Help in memorisation too - you know where place to do ghunnah and long mad. 

5. Learn the Quranic arabic. At least know the basic words. Learn the frequently use words of the Quran - like Ya ayyuhalladzina amanuu - its mean O, believer. So each time you bump on this word you will know the context of the ayah and it makes easy to memorise. 

6. Choose good time to memorise based on your-self - which you feel very focus and can absorb as maximun as you can.  Fix the time - like you want to memorise 30min before fajr, commit to the tie and do it every single day.

7. Choose place to memorise the Quran - no noise, less distraction.

8. Have a Quran buddy - someone that can help you and assist you memorisation. Someone that keep encouraging you to keep on tract.

9. Write what you going to memorise - as you write you will memorising the ayah. 

10. Dua to Allah swt. Ask allah to make it easy for you.


How to start memorise. 

Before you start, take a year to read the Quran. Get yourself familiar. Khatam every month. 

Try to memorise with short surahs - this will encourage you. When you complete memorising one surah. you will be motivated to memorise more and more. Try to momorise until j28, then you start can with bigger surahs or beginning of the mushaf. You can also memorise the surahs that you've familiar before go to alBaqarah. In shaa Allah.

With what you about to momorise:
1. Read the meaning - help you to understand what you going to memorise and the connection between one ayat to another
2. Read the ayah 20times to familiar the tongue and until the ayah stick.
3. Read the ayah 20times by heart and repeat 20times without mistakes.
4. Read the next ayah, repeat same method. Then repeat 20 times combine both ayah you have memorise without mistake.
5. Repeat to finish your assigment (3lines, 5lines or 1page, depend).

Try to memorise 6days a week. Give one day a break. So that, on that day, you repeat the whole portion that you have memorise the past 6days. Repeat as much as you can.

You have to have a daily time to murajah daily.
Use what you have memorise in solat.
The best solat to review our memorise is solat tahajud. 

Choose only one copy of mushaf. 
Standardise Qari - only one recitor to listen too. 

QnA:
Keep on memorising, even you have forget the previous memorisation. You will come back to those ayah once you finish and it much easier than memorising for the first time.

Memorise by order. More motivating rather than jumping from a surah to another surah.

Good mushaf to use is the Madinah surah - each page end with ayah. 15lines. and a lot of apps using the mushaf.

Better to have a teacher to aid you in memorisation. If hard to find teacher you can use apps to memorise. 

If one do not know how to read the Quran, just memorise it. Memorise and finish the whole Quran. Then you come back to learn how to read the Quran. Rasullullah is an ummi, he dont know how to read but managed to memorise the whole Quran. Learn tru listening. 

How much to revise daily is a juz. So that you finish a mushaf one a month.

Better to have wuduq to touch the mushaf. 

***

Semoga Allah swt terus menunjukkan kita ke jalan yang benar. dan mengampuni dosa-dosa kita atas kekhilafan diri sendiri. 

آمیـــــــــــــن یارب العالمین


Terima kasih kerana membaca. 

Ahad, 20 November 2022

Istiqamah Bersama alQuran

    بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Alhamdullillah, bertikut adalah nota yang saya sempat catitkan untuk program seminar malam tadi.


Istiqamah Bersama alQuran

1. Ingin jadi mulia di sisi Allah.

- keluarga Allah

2. Ingin mendapat pahala dan rahmat dari Allah swt


Istiqamah bersama Quran:

1. Niyat kerana Allah swt

2. Cari tahu keutamaan bersama alQuran

3. Kurangi interaksi dengan hp. 

4. Tentukan waktu khusus untuk bersama Quran - kosongkan waktu untuk Quran.

5. Berteman dengan orang yang soleh yang bisa membawa kita untuk terus bersama alQuran

6. Perbanyakkan berdoa kepada Allah swt untuk dipermudahkan bersamaan dengan alQuran.


Doa tidak terkabul:

1. Dosa yang kita lakukan secara sedar atau tidak

2. Tidak yakin pada Allah swt. - minta pada Allah dan yakin doa itu akan diijabah oleh Allah swt.


***


Istiqamah itu teguh, konsistent.

- setiap hari baca, tadabbur Quran

- mushaf nya itu kelihatan sungguh lusuh.

—- jika mushaf masih kelihatan baru, itu tanda mushaf itu tidak sering disentuh.


Mengecap manis nya iman dan lazatnya hidangan berupa alQuran. 

- tidak semua org mdapat undangan Allah untuk menikmati hidangan alQuran ini. Andai kita telah diberi akses untuk jamuan ini, maka sambut undangan itu dan jangan persiakannya. 

Kita ini dipilih dan diundang oleh Allah swt. 


“Ketika Allah sayang pada hambanya, diberi nikmat ilmu (alQuran)”.


Kelompok pendukung Quran (Surah Fatir):

1. Kufur nikmat, menganiya diri sendiri - orang-orang yang lebih banyak maksiat dari manfaat nya. Punya ilmu Quran tapi tidak mengamal malah melanggar segala hukumnya. Ga bisa istiqamah bersama alQuran. Meniggalkan Quran secara terus.

2. Muktasid - Orang yang antara amal soleh dan maksiat nya seimbang. - mengamal kan yang wajid, tidak yang sunnah. Yang makruh dilakukan. Istiqamah nya on off. 

3. Sabiqun biKhairat - orang yang sentiasa berlumba-lumba di dalam kebaikan. Kebaikkannya mengalahkan keburukannya. Bukan sekadar menunaikan yang wajib, malah istiqamah dengan amalan sunnah. Seluruh waktunya diberikan seluruh kepada Quran - menjauhi perkara yang melalaikan.


Muhasabah diri - 

1. di mana diri kita dengan Quran.

Adakah rutinitas kita sama dengan mereka yang tidak menghafal Quran.

2. Mesti tekad untuk membaca 3juz dalam sehari - jika benar-benar mahu istiqamah bersama Quran. 

3. Jika kita benar-benar mahu beristiqamah dengan alQuran, perlu lihat peribadi diri. 

- Perlu istiqamah dengan tuntunan Rasullullah, perintah dan arahan di dalam alQuran. 


Kunci istiqamah:

1. Hasyatullah - Takut kepada Allah - kita takut kita jika sehari ga baca Quran, hidup kita kehilangan berkah. Ada ahli keluarga ditimpa musibah. Tidak biza beri syafaat pada ibubapa. Tidak dapat bersama dengan rasullullah di syurga. 

2. Mengagungkan syiar Allah - deklarasi kalimat kebaikan yang terdapat di dalam Quran. Sangat mendorang dan memotivasikan kita untuik bersama dengan alQuran

3. Bermua’hadah - berpegang teguh dan berjanji yang kamu akan bangun setiap malam untuk membaca alQuran - solat tahajud. 


Kerap kan ulang hafalan lama - kukuhkan fondisi. 

Jangan buru-buru bersama alQuran. Proses nya itu lama, sabar, dan panjang. Duduk berlamaan dengan Quran - nikmati hidangannya. Ynag membuat alQuran itu kekal didada kita adalah Allah swt. Bukan diri kita sendiri. 


Semoga perkongsiaan ini memberi manfaat. 

Semoga Allah swt terus menunjukkan kita ke jalan yang benar. dan mengampuni dosa-dosa kita atas kekhilafan diri sendiri. 

آمیـــــــــــــن یارب العالمین


Terima kasih kerana membaca. 

Sabtu, 19 November 2022

Mengharap hanya pada Allah swt

    بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


2bulan lepas (sekitar penghujung Ogos) saya mengalami eksiden basikal. Tayar termasuk dalam longkang di jalan raya, menyebabkan saya terpelanting ke hadapan. Impak kepada insiden tersebut, saya mengalami bahu terkehel atau bahasa canggih sikit - shoulder dislocated. Alhamdullillah, saya masih sihat dan mampu meneruskan kehidupan seperti biasa cuma untuk mengangkat tangan akan terasa sengalnya. Suami bawa saya pergi ke chiropractic untuk membetulkan semula kedudukan tulang bahu. Alhamdullillah, atas idzin Nya, tulang bahu kembali pulih seperti sediakala setelah pertemuan yang kelima. 


Selain daripada tulang bahu, Dr Chiropractic tersebut turut memperbetulkan lain-lain kedudukan tulang dalam badan yang mungkin terhimpit atau tertekan gara-gara posture badan yang tidak betul. Setiap kali selepas pertemuan dengan dia, saya dapat merasakan badan lebih segar dan kepala lebih ringan. Subhanallah. 


Pertemuan dari 2 minggu sekali dikurang kan menjadi seminggu sekali dan yang terkini hanya sekali sebulan. Pertemuan terkini adalah Rabu yang lepas. Jedanya hampir 5minggu dengan pertemuan yang sebelumnya. Saya sangat look forward untuk bertemu dengan dia. Saya seperti yakin, kepala akan rasa ringan dan semangat saya akan boost selepas  badan ‘diservis’. Namun sangkaan saya kali ini meleset. Pertemuan Rabu lepas, memberi kesan sebaliknya. Bahu terasa kembali sengal dan kepala sakit sangat-sangat. Subhanallah. 


Sakitnya kepala terasa seperti tidak mampu berbuat apa-apa. Hati saya dapat merasakan bahawa Dr itu telah tersalah urat tatkala mematahkan tulang tengkuk saya. Allahuakbar. Dan diperbaringan saya, melayan kepala yang sakit, saya teringat akan kisah Ustaz Lokman.

Kisah yang diceritakan oleh beliau sendiri. Kisah hari di mana beliau berhenti berharap pada manusia. Kisahnya begini (version ringkas dari saya, maaf jika ada info yang tidak tepat). Ustaz Lokman mengajar mengaji dari rumah ke rumah. Di suatu hari, di hujung bulan, tatkala keluar rumah nak mengajar mengaji, sang isteri berkata, “Abang, susu anak dah habis”. Sebab dah hujung bulan, maka dengan yakin nya Ustaz membalas, “Takpe, lepas habis mengajar nanti dapat la dalam rm100. Lepas tu Abg beli susu terus”. Dan Ustaz pun pergi mengajar mengaji dengan harapan hari ini akan terima upah bulanan. Usai selesai tugasan mengajar, ketika ingin berangkat pulang, dengan hati yang berkobar mengharapkan datangnya rezeki, tiba-tiba tuan rumah berkata “Ustaz, yuran anak-anak saya bayar minggu hadapan la ya. Sebab tadi saya tak sempat nak pergi atm cucuk duit”.  Dalam kecewa, Ustaz balas, “Baik Puan. Tak apa”. Di atas motor dalam perjalanan pulang ke rumah, Ustaz menangis. Menangis bukan kerana tidak dapat wang upahan tetapi berasa ia tamparan dari Allah kerana dia telah menitipkan harapan nya pada manusia, dan bukan pada Allah, Raja Pemberi Rezeki. “Sambil saya menangis itu, saya beristigfar dan beristigfar kerana saya sedar saya bersalah. Saya telah bergantung harap pada manusia”. “Dan saya berdoa agar Allah buka kan pintu rezki nya kerana saya perlu kan wang untuk membeli susu anak”. 

Selain daripada mengajar mengaji, Ustaz juga ada menjual minyak herba akar kayu. Dan pertolongan Allah itu dekat. Telefon berbunyi, ada customer ingin membeli minyak herba. Alhamdullillah, syukur dia ke hadrat Ilahi. Berbesar hati Ustaz menghantar minyak herba tersebut. Dan si pembeli membeli 5 botol minyak herba. “Lepas lah untuk beli susu anak tin kecil”, kata Ustaz. 

Namun cerita nya tidak berakhir di situ. Berbual-bual dengan si pembeli, si pembeli merasa tertarik untuk mengupah Ustaz mengajar anak-anak nya mengaji. Dan sebagai tanda komitment, upah bulan mendatang terus dibayar pada masa itu juga. “Dan sekali lagi dalam perjalanan pulang ke rumah, saya menangis-nangis di atas motor. Kali ini tanda syukur dan terharu akan bantuan Allah swt. Semasa saya keluar rumah, saya mengharapkan RM100 untuk di bawa pulang. Namun bila saya mula bergantung harap pada Allah swt, saya pulang ke rumah dengan membawa lebih dari itu. Saya bawa pulang rezki dan hati yang bertambah yakin  kepada Nya”. Begitu la, kata-kata Ustaz mengakhiri cerita. 


Dan jujurnya, kisah seperti ini pernah saya alami. Mengharapkan customer bayar duit upah buat baby carrier namun dia minta tangguh, dan tatkala harapan saya berubah kepada Allah swt, ada customer lain mesej minta agar saya menjahit atau menjual carrier kepada nya. Alhamdullillah. Dan biasa nya apabila berlaku kesusahan, saya memang jarang nak berharap pada manusia. Saya yakin akan Allah dan doa-doa dan saya tahu Dia akan menolong dan memberikan yang terbaik buat saya.


Sebenarnya, terdapat relatasi antara kisah saya sakit kepala dan kisah Ustaz Lokman. Saya telah berharap agar pertemuan saya dengan  Dr chiro pada Hari Rabu itu, meningkatkan taraf kesihatan saya. Dan saya seperti telah menidakkan peranan Allah swt, Provider of all. Di perbaringan itu, saya panjatkan doa agar Allah mengampuni kekhilafan saya dan memberikan kesembuhan. Esoknya hari Jumaat, kepala saya masih sakit. Namun kami ada plan untuk bercuti bersama keluarga. Saya gagahkan diri untuk bangun dan berkemas mana yang patut. Sambil-sambil berkemas, kita berselawat - ambil berkat hari Jumaat. Dan diselit-selitkan juga doa agar Allah menyembuhkan atau paling tidak meringankan sakit kepala ini. 


Kami gerak lepas solat Jumaat. Destinasi nya tidak lah jauh mana. Hanya 1 jam perjalanan berkereta. Dalam perjalanan, seperti biasa suami bertanya - itu ini semua dah ada ya? Dan tatkala saya memalingkan muka ke arah nya untuk menjawab, terasa prak di leher. Dan Alhamdullillah, sakit kepala hilang seperti sekelip mata. Alhamdullillah… 


Apa saya nak cerita ini adalah  letaklah harapan hanya pada Allah swt. Untuk sebarang okasi. Hanya Allah memberi rezeki, menyembuh sakit, memudahkan urusan dan segala bentuk perkara yang kadang kita rasa seperti tiada harapan. Mungkin dalam berharap pada Allah, kita akan tersilap langkah dan terberharap pada mahkluk. Makanya, sentiasa istighfar dan memohon agar Allah memberi taufiq dan hidayah Nya. Kerana kita ini makhluk lemah. Tanpa petunjuk Nya, kita tidak tahu. Dan kita pohon agar “diberitahu” supaya kita tidak terjatuh ke dalam kancah kesesatan. 

Semoga Allah swt terus menunjukkan kita ke jalan yang benar. dan mengampuni dosa-dosa kita atas kekhilafan diri sendiri. 

آمیـــــــــــــن یارب العالمین


Terima kasih kerana membaca. 

Ahad, 6 November 2022

Berubah

   بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Alkisah. Pihak Perbadanan melakukan operasi potong pokok 3hari lepas. I am not a fan of cutting tree. Rasa macam, why?? But somehow, a day after they chop down the trees, i wake up and look out from the window and feel fresh. Rasa segar dengan pemandangan yang luas. Terang. Tidak redup dan gloomy seperti sebelumnya. Subhanallah.



Kejadian potong pokok itu, menjadi ibrah. Relate kepada kehidupan sebenar. Ada perkara yang kita suka mungkin tidak baik pada kita dan sebaliknya perkara yang tidak kita suka sebenarnya adalah baik untuk kita. Life need to be cluttered secara berkala. Untuk lebih dekat kepada pencipta, kita mungkin perlu membuang some type of friends from our life, cut-off our time with socmed or tv, listening to good lecture or Quran in car for our daily commute to office. Rata-rata manusia tidak suka berubah. Berada pada satu keadaan yang sama pada masa yang lama menjadikan ianya adalah zon selesa. Dan keselesaan selalu menyebabkan kita lupa dan tersasar dari tujuan sebenar kehidupan. 

Persoalannya, bagaimana mahu tersedar, tidak tersasar, dan kembali kepada tujuan hidup? Jawapannya sebenarnya mudah. Bagi kita umat Islam, jawapannya kita titipkan 17kali sehari pada yang maha Esa. AlFatihah. “Tunjukkan kami ke jalan yang benar, jalan yang diberi nikmat dan bukan jalan mereka yang dimurkai dan sesat”. Hayati sungguh-sungguh tatkala melafazkannya. In shaa Allah, hati dengan sendirinya akan mahu berubah. Tanda huda meresap ke jiwa.

Kita dengan sendirinya mungkin akan merasai, hati dah tak seronok untuk berlama-lamaan pada perkara ghaflah, mereka yang dipanggil kawan menjadi semakin asing kerana halatuju yang berbeza, muzik yang dulu mengisi di kala sunyi kini menjadi bingit di telinga, dan hati terpanggil untuk mendengar ceramah agama, mentafsir mentadabburi ayat-ayat alQuran, malah bacaan Quran itu mententeramkan jiwa. 

Berubah bermula dari diri sendiri. Tiada beza antara kita dengan umat terdahulu (yang dilaknat, yang diceritakan di dalam alQuran), jika bila tiba perkara akhirat, kita kata ‘Kita cuma ikut apa yang mak ayah kita biasa buat’.  

Semoga Allah swt terus menunjukkan kita ke jalan yang benar. dan mengampuni dosa-dosa kita atas kekhilafan diri sendiri. 

آمیـــــــــــــن یارب العالمین


Terima kasih kerana membaca. 

Sabtu, 5 November 2022

Curhat this and that

      بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Alhamdulillah. Kembali menulis setelah sekian lama menyepi. 2 months left before we enter the new Gregorian year. However, for me, November ini sudah terasa seperti tahun yang baru. Alhamdullillah, atas nikmatnya yang tak terhingga. Pertama-tamanya, semangat sudah memulih kembali. Semangat untuk menghafal, murajaah dan juga exercise. Alhamdullillah. 

I feel stuck the previous months. Subhanallah. Pergerakkan diri sendiri terasa terlalu perlahan sedangkan masa bergerak pantas seperti biasa. Rasa penat yang terlampau. I dont do any murajaah, I skip skipping, and I just dont know what I do daily, basically. And Subhanallah, it took me 5 months to finish surah alHajj (yang hanya 10mukasurat). Perasaan nya seperti memikul beban yang ‘hendak kubuang terasa sayang, hendak kubelai tangan tak sampai’. Haa.. begitu lah. Maaf, menyelit sedikit lirik lagu. ;) 

Alhamdulillah alla kulli haal. I restructured back my life, makes lots of dua, and Alhamdullillah, i feel the strength and my heart is firm to make decision and move on. 

So, in previous post (jadual waktu) I did mentioned about wanting to bid farewell to some classes. So, this month, November, jadual berubah kembali. No, saya tidak bid-farewell kepada Khayrukum. Saya masih setia. Malah di suatu malam di bulan Oktober, saya hadir walaupon hati tidak bersedia. I feel like I have to brace this. If the Teacher wanted to dismiss me, qadarullah, that must be the best decision. Teacher Samia, however, gave me another option to continue with the class. The institute offer another option for those who dont want to memorise the whole Quran. Makna nya ada 3 memorizing option:
1. Memorise the whole Quran,
2. Memorise surah AlBaqarah and surah Ali Imran only, and
3. Memorise surah-surah pilihan - juz Amma, surah AlMulk, AlWaqiah, Arrahman, AsSajdah, Yasiin, AlJumuah, AdDukhan, AlKahf, AlIsra dan AlBaqarah.
I was given time to isthikarah and make decision. And the week after I came back to class and decided to give myself a go. I come to memorise the whole Quran and I will stay on that path, inshaaAllah biidzanillah taala. May Allah makes this easy and strength me, Aamiin.


So, what change in my new timetable is - I make time for myself - I no longer take class - be it a session with my classmate nor a private hifz/qaida session. Teaching is always a desire. 'Terbaik antara kamu adalah yang belajar dan mengajar alQuran', sabda Nabi saw. But, entah. The process seems to suck my energy so much until when the session is over, my (energy) battery become drain. Menurut buku yang dibaca, begitu lah ciri mereka yang introvert. Being alone, or in the same quite company is the best for them because people can drain their energy. Wallahua'lam. I still have my murajaah partners tho. Loves three of them very much, for the sake of Allah swt. Alhamdullillah, thank to Allah for giving them to me. They give me the strength to revise at least a portion a day and to realise that I am not alone in this path. They make me realise that we are a normal human being and it is okey to make mistakes and to feel down, or sad. And above all, we support each other. Strangers with same mission. Subhanallah, Alhamdullillah. 

I bid farewell to TMEAG. After 5years together. Qadarullah wa mashaa fa’al. And I think this is the one of the best decision that I made in my journey to memorise the whole Quran. The journey of memorisation is like swimming against the tide. And you will want to swim accordingly but in ease and happy. If your movement been strict only to one style and way, it will make the swim becoming intense, tiresome and no more an enjoying process. You might be push by the flow and eventually drown. Thats the analogy of what I feel and I think. I owe a lot with Tmeag of course.  They taught me to swim. Only that, with the skill that i've learnt, I like to venture different stroke, not just one style. Begitulah.. dan nak dijadikan cerita, program hafazan keseluruhannya juga di-discontinue di academy bermula 2023. Wallahu’alam. 

Berbalik kepada kisah jadual waktu, secara zahirnya, waktu petang kelihatan lapang, Alhamdullillah. Waktu untuk melompat di samping mendengar bacaan qari. Alhamdullilah juga untuik apps Qariah, my favourite qari now is Shiekhah Zaynab Talha. Yes.. a woman reciter finally. Alhamdullillah. 


Btw, I write this post via phone. Just discovered how to. Sebab nya, I feel the laptop somehow, will divert my attention and intention. Konon nak update blog and then suddenly terbuka blog orang lain and browse pula blog dia and I done with my 1hr screen time, with me not updating my blog. Come tomorrow, pasang niyat yang sama, terstuck dekat yt plak. And the cycle repeat itself. So, I put away the lappy. And buy myself a keyboard instead, and taadaa.. finally updating this blog. 


Ok. Alhamdullillah. I think thats all for today update. Excited mencuba menaip via phone. If the outcome good, will stick to this method, in shaa Allah. 


Semoga Allah swt terus menunjukkan kita ke jalan yang benar. dan mengampuni dosa-dosa kita atas kekhilafan diri sendiri. 

آمیـــــــــــــن یارب العالمین


Terima kasih kerana membaca. 

Selasa, 18 Oktober 2022

Berguru pada yang afdal

 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Antara pelajaran yang saya dapat dalam buku-buku menghafal Quran yang pernah saya baca - jika kita ingin menghafal al-Quran - pastikan, guru kita itu seorang yang 'alim - yang jika bukan hafidz atau hafidzah, setidak-tidaknya sedang juga menghafal alQuran.

Jikalau dia hanya punya sanad dalam qiraah namun belum manghafal al-Quran, juga tidak punya intensi untuk menghafal alQuran - sekadar ingin menjadi guru - maka individu ini adalah tidak begitu sesuai kerana dia tidak memahami perjalanan penghafal al-Quran. Juga dia tidak mungkin bisa memberikan motivasi yang terbaik. Namun tidak lah kita menidakkan ilmu nya. Dia boleh kita ambil berguru dalam perkara tahsin dan tilawah. 

Sedangkan hal dunia juga menetapkan sedemikian rupa - Jika kita nak mendalami matapelajaran biologi, adalah afdal jika guru tersebut punya ijazah dalam biologi (baik master atau phD), bukan sekadar ijazah sains am, apatah lagi ijazah dalam jurusan kimia (walaupun peringkat tertinggi phD).

Begitulah..

Semoga Allah swt menunjukkan kita ke jalan yang benar. dan mengampuni dosa-dosa kita atas kekhilafan diri sendiri. 

آمیـــــــــــــن یارب العالمین


Terima kasih kerana membaca. 

Jumaat, 16 September 2022

Stress-free dalam menghafal alQuran

  بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Kadang-kadang bila dapat soalan-soalan berkenaan menghafal Quran dari teman-teman atau pembaca blog ini, saya jadi teragak nak menjawab. Itu yang mengambil masa berhari-hari malah berminggu-minggu untuk respon kepada soalan-soalan teman atau pembaca. Maaf sangat. Huhuu..
Sebab sedar diri ni pun masih hijau dalam mempertahankan alQuran dalam diri. Namun dengan sedikit pengalaman yang saya ada, saya cuba berkongsi. Mana yang baik datangnya dari Allah swt dan yang buruk itu dari diri saya sendiri.

Berbalik kepada topik blog kali ini, saya diutarakan dengan persoalan berikut:
Saya dah pernah mencuba untuk hafal Quran sebelum ini. Hampir 2juz atau separuh surah Albaqarah saya dah hafal. Tapi saya tak mampu teruskan walaupon hingga ke akhir ayat 246 surah alBaqarah sebab saya rasa stress sangat menghafal ni. Saya rasa sukar terutamanya nak maintain apa yang saya dah hafal. Macamana nak menghafal tanpa rasa stress ya? Untuk pengetahuan, saya bekerja full time dan juga ibu kepada 3 orang anak (yang telah bersekolah semuanya). 

Bagaimana nak menghafal Quran tanpa ada rasa stress? - itu soalan nya.

Kena tanya balik la pada diri - menghafal Quran ini untuk apa dan siapa?
1. Jika menghafal sebab nak kan title hafidz/hafidzah, memang la akn jadi stress sebab perjalanan ini lama.. bukan sebulan dua. Mungkin ada yang hafal Quran selama setahun - tapi di sini saya bercakap mengenai kebanyakan orang. Bukan mereka yang special. Rata-rata hafidz/hafidzah yang saya kenal (samada secara peribadi atau secara pembacaan kisah mereka), most of them menghafal dalam jangka masa 5tahun. Itu baru proses menghafal. Proses memutqinkan hafalan pula mungkin mengambil masa another 5years. Jadi perjalanan menghafal dan mendapat hafalan yang betul-betul strong, tempoh masa nya pukul rata adalah 10tahun dan lebih. 

2. Jika dalam proses menghafal nak impress guru dan kawan-kawan sehalaqa, yang hafalan kita bagus, irama lagu bacaan dan suara kita sedap,  tajweed tiptop, ini pun akan mengundang stress yang tak kunjung padam. Lebih-lebih lagi bila Ustadza asyik nak betulkan bacaan kita. Silap hari bulan, memang boleh give-up. You will feel like this journey is not for you sebab nak sebut huruf simple macam ba, la, dan na, pun tak boleh. -- ini saya bercakap tentang kisah saya sendiri. Di mana di awal saya sertai halaqa Quran Masjid Nabawi, ini adalah correction yang perlu saya perbetulkan setiap kali tasmig di depan Ustadza. Bunyi ba, la dan na saya tebal - disebabkan pembukaan mulut yang tak betul. 

3. Jika kita menghafal untuk kononnya untuk kebaikan diri sendiri sekali pun akan menimbulkan stress. "Saya nak hafal Quran sebab kalau tak duduk menghafal saya akan buat kerja lagho yang lain". Kenapa stress walaupon niyat ni dah macam elok kan.. sebab diri sendiri yang akan rasa tertekan, terasa keterpaksaan sebab kemahuan tak selari dengan tindakan. Hati meronta nak duduk senang-lenang tapi badan pergi buka mushaf dan memaksa diri untuk menghafal. Situasi ini akan menimbulkan 2 kemungkinan - i. fake it till you make it, or worst ii. be truth to yourself, so leave it.

Jadi tidak boleh tidak, niyat menghafal adalah kerana Allah swt semata-mata - kerana ingin mencari redha Nya. Jika kita menghafal kerana Allah swt, hati akan sentiasa merasa lapang. Duduk 1jam, dapat hanya 1baris pun rasa satisfy sangat sebab kita dah mengisi masa 1jam tu dengan perkara yang Allah swt suka. Baca 1muka surat berkali-kali, malah berpuluh kali sekalipun, dan masih tak lancar, hati akan rasa lapang sebab kita tahu we have gain lots of rewards and mungkin juga itu bertujuan untuk membasuh dosa-dosa kita yang lampau. Memang akan ada rasa stress jugak, tak tipu. Tapi bila kita buat kerana Allah swt, stress tu tak sampai kepada level nak give up. Kita akan terus cuba juga, sebab kita tahu, Allah swt akan membantu di akhir nya. 

Dan secara am la, saya nak cakap - mana la nak dapatkan sagu, jika ruyung nya tak dipecahkan.
Hanya mereka yang special sahaja, Allah swt anugerah dengan 5min boleh hafal 1ms, baca sekali boleh ingat sampai mati, tak buka Quran berbulan-bulan tapi bila tiba bulan Ramadhan, boleh lead solat terawih.
Kalau kita jenis orang kebanyakan, memang kena berusaha. Sedangkan nak dapat ijazah dunia pun, kena pulun belajar 3tahun, bersekang-mata buat revision nak exams, dan ya, stress juga bila thesis yang ditulis kena tolak dan kena tulis sekali lagi-- ini perkara dunia.. Untuk al-Quran, perkara akhirat, saya rasa stress nya berbaloi. In shaa Allah, jika niyat kita betul kerana Allah swt.

Dan selalu juga ingat - Laa yukalifullaahu nafsan illa wus3ahaa -- Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupan nya. So bila kita berada dalam jalan menghafal Quran, di mana Allah swt telah membuka hati kita untuk menghafal Quran, maka sebenarnya kita mampu -- mampu untuk menghafal keseluruhan 30juz, 114 surah. All we need to do, is to trust Allah swt,  and just keep moving.

Untuk soalan kepada situasi kedua - berkerja full-time tapi nak menghafal Quran.
Situasi kita mungkin tak sama, sebab saya surirumah. Apa yang saya boleh syorkan ialah:
1. hafal sikit-sikit. Mungkin 1 ayat yang 3baris tu, boleh dihafal selama 3 hari secara konsisten. Rasa dah selesa dilidah, baru move on to next ayat. Bincang dengan guru yang mendengar untuk dilaksanakan cara seperti begini. 
2. Jika surah alBaqarah kelihatan sungguh menakutkan, mungkin boleh mula dari juz belakang yang mana ayat nya lebih pendek dan surah juga lebih pendek. Contoh: surah alMursalat hanya 1 1/2 muka. Tidak la sampai 45ms seperti Surah alBaqarah. Nak revision pun senang. 
3. Berdamping dengan kawan-kawan sekapal - kawan-kawan kat ofis yang mungkin ada sedang menghafal Quran juga. Ini dapat menaikkan semangat dan rasa termotivasi bila dengan dia dah habis 1/2 juz, 1j.
4. Kena la juga dapat restu dari suami dan bagitahu anak-anak yang mama nak hafal Quran. So that, they will understand when you sit and open your mushaf, diorang takkan kacau. 
5. Point yang ini saya rasa banyak saya tulis dalam post-post sebelum ini - kita kena berubah. Penghafal Quran tak sama seperti mereka yang tidak menghafal Quran. Kita kena jaga mata, telinga dan lidah dari perkara yang mungkin akan memberatkan diri kita dalam berdamping dengan Quran. Hati kena bersih. Kena selalu beristighfar dan berdoa supaya Allah memudahkan perjalanan kita dalam menghafal dan me-maintain alQuran dalam hati kita. Aamiin.

Begitulah.. serba sedikit yang dapat saya kongsikan. Semoga bermanfaat. Mana yang baik datangnya dari Allah swt dan yang buruk itu dari diri saya sendiri. Maaf dipohon jika ada yang tidak betul dari saya.


Semoga Allah swt menunjukkan kita ke jalan yang benar. dan mengampuni dosa-dosa kita atas kekhilafan diri sendiri. 

آمیـــــــــــــن یارب العالمین


Terima kasih kerana membaca.