Jumaat, 23 November 2018

Menjelang 2019

Bismillah..

Sebulan menjelang ke tahun baru 2019.
Melihat kembali azam 2018, Alhamdullillah perkara #1 berjaya saya laksanakan. Alhamdullillah ke hadrat Ilahi. 

Perkara #2-5 kita kiv dulu :)




Banyak perkara yang berlaku. Alhamdullillah Allah atas nikmat yang dikurniakan nya. Lama tak menulis, saya sibuk dengan online class - ya bukan 2 tapi 4 kelas hafalan Quran dan satu kelas Quran yang sangat saya suka - Saut ul Quran. Alhamdullilah, teringat-ingat akan doa yang dilafazkan saat berihram di kepanasan Arafa yang tandus. Alhamdullilaah..

Terima kasih atas segala nya Wahai Allah yang Maha Mengasih. <3

Selasa, 26 Jun 2018

Kehidupan vs kematian

26 Jun 2018.

Bismillah...

Telah lebih 10hari nenek pergi meninggalkan kita. Perasaan saya masih berbaur-baur. Keseluruhan perkara ini sangat memberi kesan dalam hidup saya. Ini bukanlah perkara kematian pertama kali berlaku dalam hidup. Tahun 2011 kami menghantar Mok pulang ke Ilahi, dan dua tahun berikutnya, kami menghantar pula Baba. Pemergian nenek, mungkin saatnya di ambang Aidilfitri, seperti memberitahu bahwa kadang kita rasa ianya dekat namun bisa menjadi jauh. Aidilfitri is 2 days away, but for Nenek, she will celebrates elsewhere. Not with her children, not with the families. Mengingatkan bahawa kehidupan ini sesuatu yang rapuh: tatkala sejam lalu, kita bergelak ketawa dengan kawan-kawan, sihat bertenaga, bergembira menikmati kehidupan yang bagai tiada kesudahan, sesaat kemudian, ajal datang menjemput. Pergi begitu sahaja.

Pagi Aidilfitri, saya pandang wajah kedua mama dan papa, wajah suami dan anak-anak. Hati tidak putus-putus menyebut Alhamdullillah, kerana disatukan kesian kalinya di pagi hari penuh keberkatan. Entah sampai bila, hati tertanya-tanya. Siapa pergi dulu? Mereka atau aku? Rahsianya hanya Allah swt yang tahu. Saya mendoakan agar kita mendapat husnul khotimah dan dipertemukan kembali di syurga Firdaws. Ameen.

Saya teringat akan petikan daripada sebuah buku yang saya baca, "kematian adalah refleksi kepada kehidupan". Jika masa hidup kita banyak dihabiskan dengan perkara sia-sia, maka kematian kita juga akan dicerminkan dengan keadaan yang sia-sia. Jika kehidupan banyak dimanfaatkan dengan perkara yang diredhai oleh Allah swt. maka kematian kita juga akan diredhaiNya. Allahuakbar, Astaghfirullah, benar bagai dikata.. Saya memohon keampunan Allah swt dari terjebak dengan perkara yang sia-sia yang boleh mengundang murkaNya. Ameen.

Saya akhiri posting ini dengan klip yt yang sangat menyentuh hati: The Meaning of Life.



Semoga perkongsian ini memberi manfaat.
Salam alaik.

Isnin, 25 Jun 2018

12 dan 39

Bismillah...


2 Jun yang lalu genap hubungan kami suami isteri mencecah ke tahun yang ke-12. Alhamdullillah. Sepanjang 12 tahun, banyak perkara manis yang kami tempuhi bersama: kelahiran 4 orang cahayamata yang menjadi penyeri bahtera rumahtangga, kembara haji berdua bersama, dan tidak dilupa akan kisah-kisah pahit dan masam yang menjadikan kami bersandar pada Yang lebih kukuh bagi memastikan perhubungan ini berterusan.

Alhamdullillah. Suami adalah hadiah dan anugerah dari Allah swt. Sebelum bertemu dan berkahwin, saya memang banyak berdoa - agar dijodohkan dengan seorang yang boleh membimbing saya ke jalan Nya, seorang yang mencintai Allah dan Rasullullah saw, seorang yang sabar, 'action speaks louder than word', dan keseluruhannya, baik inside out. Alhamdulillah.. terima kasih kepada rancang tv yang mana Ust dalam rancangan tersebut mengajar agar muda-mudi yang bujang (saya termasuk pada ketika itu) untuk menitipkan dua setiap kali selepas solat untuk mendapat pasangan yang sempurna- sebagaimana yang kita mahu. Alhamdullillah... Dua itu dimakbulkanNya. Alhamdulillah...

**

Hari ini, saya telah berada selama 39 tahun untuk sebuah kehidupan di dunia. Satu tahun di dunia bersamaan dengan 1000 tahun di akhirat, menjadikan nilai kehidupan ini hanya 3.9%. 3.9% itu jika dilihat dari mata kasar, sangat kecil nilainya. (gst pun 6%). Namun 3.9% ini, nilai yag kecil ini lah yang akan menilai arah tuju kehidupan di alam sana. Buku kanan atau buku kiri - Ashabul yamin atau Ashabul syamil.

Terima kasih Allah swt di atas kehidupan ini. Terasa sangat disayangi. Saya pernah ditanya, andai hidup ini boleh dialter dan diubah, apa yang saya mahu ubah? Jawapan saya untuk hari ni (dan akan datang in shaa Allah), saya tak nak ubah apa-apa - saya syukur beribubapakan mama dan papa, beradik beradikkan long dan sya, bersuami kan Mat, punya 4 anak yang sempurna pada kacamata saya, duduk di rumah sebagai homemaker, Alhamdullillah.. saya gembira dan bersyukur dengan perjalanan hidup yang telah Allah tentukan pada saya. Ternyata Dia tahu apa yang terbaik buat hambanya ini. Harapan saya: semoga derap langkah yang diambil setiap hari menghampirkan saya kepada Nya, dan saya berdoa yang terbaik untuk seiisi keluarga agar kelak kita dipertemukan kembali di Jannatul Firdauws.


Alhamdulillahi rabbil alamin.


Neeza. 25 Jun 2018.

Ahad, 24 Jun 2018

YT clip: Shaykh Muhammad Alshareef -- Written in Stone: Tips on memorizing the Quran



Below are some quick tips that will help you in memorizing the Qur’an: 
1. You absolutely must have a teacher. Do NOT memorize on your own. You must have a teacher who you respect and whom you fear. Don’t ask ‘how’ to memorize the Qur’an. Ask where you can find the best teacher. The teacher will then guide you on the ‘how’.

2. Distractions. In memorizing the Qur’an, you must free your mind and environment of distractions. Imagine trying to memorize at a football game? Tough, huh? How about a theme park, could you sit down and control yourself to memorize? Probably not. Getting into a Qur’an Hifdh program with a teacher and discipline will assist you in creating the perfect atmosphere for memorization.

3. Memorize through Audio. A lot of people think they are memorizing the ‘look’ of the Mushaf, but actually you are memorizing the ‘sound’ of Ayat. When I review, I record my recitation on CD and listen to it again and again. The students that read the loudest in class are all the strongest students. Why? Because they can hear themselves the most? When I was in Qur’an school, the boy beside me read so loud. I asked the teacher to ask him to read more quietly. He said a most powerful statement that became my motto: “No, you read louder!” I did and it benefited me unbelievably.

4. Location of the Mushaf. Your eyes follow a specific direction depending on what you are thinking or doing. If you are lying, your eyes go left. If you are remembering something visual, like where you left your keys, your eyes will look upwards. When you memorize, the direction of memorization is right and left, not downwards. The mistake I see people make is that they put their mushaf low on the ground and then try to memorize. In order to fully harness the power of your mind, you must keep the mushaf at eye level, and not dip your head..

5. Eat brain food. We’ve all heard the advice of uncles that you have to eat Badams (almonds) to improve memory. Well, I’m here to tell you that the uncles were right! The food you eat, the drinks you drink, directly affect your ability to excel in memorization of the Qur’an. Do not eat fatty, unhealthy food. Do not drink soda. Eat a nutritious light breakfast, a nutritious light lunch, with almonds for snacks during the day. Subhan Allah, you will find you accomplish much more in your day.

6. Make everyday a victory. You can move a mountain rock by rock. Enjoy every page you memorize, every Ayah. I am often asked about my secret to memorizing the Qur’an. They are expecting me to teach them a special ‘south-beach-hifdh-diet’ or something. (I call it tip shopping, they are expecting a specific tip).

I say again and again, there is no doubt that there are three ingredients. If you have these three ingredients, you will accomplish what you set out for:
a. Dua, supplication (you must always reflect your desire to Allah).
b. Sabr, patience (it will be a testing path, fill your bags with Sabr powerbars).
c. Taqwa, protecting yourself from sin. If you do not remember anything from this article except these three ingredients (DST – Dua, Sabr, Taqwa - DST) then, bi idhnillah, it will suffice.

24Jun18.